• Pesta Pernikahan Bertema Video Game Dari Rianti Hidayat

    Kamis, 02 Agustus 2018 15:55 | Diposting oleh, Stefanus | Kategori: Events | Dibaca 368 kali


    Pesta Pernikahan Bertema Video Game Dari Rianti Hidayat

     

    Pernikahan tentunya adalah sebuah peristiwa besar dalam kehidupan sebagian besar orang. Menikah bisa menjadi suatu titik balik, dari yang awalnya lajang nan bebas lalu naik level dengan tanggung jawab yang lebih besar. Atau sebuah "petualangan" baru dalam kehidupan dengan tingkat kesulitan yang lebih advance dari sebelumnya,  namun dengan seorang partner yang menemani baik dalam suka maupun duka saat mengarungi dunia baru tersebut. 

    Dengan begitu signifikannya pernikahan dalam hidup seorang manusia, maka tidak aneh apabila banyak orang ingin mewujudkan suatu wedding party yang spesial, berkesan, tak terlupakan, ekspresif, dan sanggup merepresentasikan inspirasi serta aspirasi kedua mempelai. Karena tentunya jika Tuhan tidak berkehendak lain, menikah cukup satu kali saja bukan? 


    Kartu Undangan yang bernuansa video-game

    Undangan pernikahan dengan nuansa video-game yang sangat kental

    Belum lama ini, seorang sahabat kita asal Bandung telah memulai "petualangan" barunya di Jepang sana. Rianti Hidayat namanya, seorang artist yang kini berkarir dalam industri game di Negeri Sakura, Salah satunya adalah sebagai Production Artist di The Legend of Zelda: Breath of the Wild yang dirilis tahun 2017. 

    Ia sendiri setiap tahunnya juga aktif sebagai panitia SIGGRAPH Asia, dimana ia dipercaya untuk menjadi Program Chair pada SIGGRAPH Asia tahun ini di Tokyo nanti. SIGGRAPH (Special Interest Group on Computer GRAPHics and Interactive Techniques) adalah salah satu konferensi komputer gratis terbesar di dunia yang dihadiri oleh ribuan profesional seperti Disney, Pixar, EA, dll di bidang komputer grafis dan telah diadakan sejak tahun 1974. 

    Nah, yang membuat Indogamers berkenalan dengan Rianti ialah tak lain karena wedding party sang artist yang digelar pada tanggal 20 Mei lalu di Tokyo. Mengambil tema utama video-game, pesta pernikahan tersebut benar-benar terasa seperti masuk ke dalam dunia video-game itu sendiri (yang menurut Indogamers seperti dunia game bergenre RPG XD). Baik Rianti maupun sang suami, Hideki, sama-sama merupakan otaku berat video-game, dan wedding party mereka benar-benar merepresentasikan sebuah aspek yang menjadi salah satu benang merah terpenting bagi pasangan suami-istri yang berbahagia ini. Mulai dari undangan, dekorasi, hingga kue pernikahan, semuanya merepresentasikan video-game! 

    Wedding Logo yang dianimasikan oleh Yokohagi-san yang pernah terlibat dalam anime Last Exile & Gankutsuou

    'Wedding Logo' di pintu masuk venue pernikahan, dianimasikan oleh Yokohagi-san yang pernah terlibat dalam anime 'Last Exile' & 'Gankutsuou'

    Nah sebelum melihat seperti apa sih wedding party Rianti tersebut, yuk terlebih dahulu kita berkenalan lebih dekat dengan sosok Rianti Hidayat ini. Kebetulan Indogamers mendapat kesempatan untuk mewawancarai beliau via online chat dan Mbak Rianti ini juga sangat baik, koperatif, dan tak segan berbagi pengalaman! Yuk kita simak sama-sama! 

     


     

    Q: Indogamers ingin lebih tahu nih, seperti apa sih sosok Rianti Hidayat ini? Bisa berbagi cerita mengenai diri Mbak Rianti?

    A: Saya berasal dari Bandung dan lulus dari ITB pada tahun 2007 di bidang Desain Komunikasi Visual jurusan Desain Grafis. Kemudian saya melanjutkan ke Master Art & Design di ITB. Selepas itu saya berkarir di Ubisoft Singapura. Di sana saya sempat mengerjakan beberapa proyek game, juga terlibat dalam proses produksi awal dari Tom Clancy's Ghost Recon Online (yang kemudian dikenal sebagai Ghost Recon Phantoms). 

    Tak berapa lama kemudian, saya mendapatkan beasiswa master kedua di Tokyo University of Technology. sambil melanjutkan sekolah, saya mengerjakan internship di CyberConnect2, tempat lahirnya game Naruto.hack (dot hack), dan masih banyak lagi. Begitu lulus saya langsung bekerja full time di tempat yang sama. Selama di bekejra di CyberConnect2, saya terlibat dalam berbagai proyek game seperti Shadow EscaperShinigami MessiahFull Bokko HeroesFinal Fantasy 7 G-Bike untuk platform iOS, dan juga mengerjakan job desc ilustrasi untuk buku kompilasi IP mereka seperti .hack dan Asura Wrath

    Semenjak itu saya berkarir di Jepang dan terlibat di beberapa proyek seperti Shironeko Project, salah satu game iOS terbesar di Jepang, dan berkesempatan untuk turut ambil bagian di The Legend of Zelda: Breath of The Wild. Tahun lalu saya melakukan debut di industri anime sebagai desainer karakter untuk "18lf" episode 7 buatan Gonzo Animation Studio. 

    Untuk kesibukan rutin tahunan, setiap tahun saya aktif sebagai panitia di SIGGRAPH Asia, salah satu konferensi komputer grafis terbesar di dunia, dan tahun ini saya mendapatkan kehormatan dipercaya sebagai Program Chair untuk SIGGRAPH Asia di Tokyo. 

     


     

    Q: Tentunya banyak sekali perbedaan budaya antara Indonesia dengan Jepang. Bagaimana menurut Mbak akan perbedaan kedua negera tersebut? Apakah Mbak pernah kesulitan beradaptasi?

    A: Oh, banyak banget! Dan kesulitan beradaptasi itu memang bagian dari tantangan dari merantau. Kuncinya selalu open-minded bahwa hal yang mungkin menurut kita tidak biasa atau aneh, tapi bagi mereka justru sangat wajar, dan sebaliknya. Salah satu contoh yang sederhana misalnya bagi kebanyakan orang Jepang kebiasaan kita makan kerupuk sama nasi itu aneh lho. Saya pribadi gak bisa makan tanpa ada kerupuk haha. 

     


     

    Q: Apakah 'pernikahan' itu menurut opini dari Mbak Rianti? Siapa tahu bisa menjadi inspirasi atau pencerahan buat teman-teman yang masih ragu, bimbang, atau takut-takut untuk menikah hehe

    A: Apa ya~~, kalau diibaratkan video-game, pacaran itu adalah saat memainkan adventure(petualangan) untuk pertama kalinya. Kita membiasakan diri dengan gameplay dan nuansa di game tersebut, sementara pernikahan itu, seperti yang saya tulis di desain wedding invitation, adalah memulai Adventure++, seluruh skill dan level yang kita dapat di adventure pertama akan diuji dengan level yang lebih tinggi dari petualangan sebelumnya. Dan banyak stage baru dan DLC (DownLoadable Content) juga haha. 

    Terus terang saya juga nggak berpengalaman mengenai hal ini, wong baru saja menikah, namun saya bahagia bisa bertemu seseorang dimana saya bisa menghabiskan seluruh hidup saya bersama dengannya. Saya juga berkaca dari orang tua sayang yang saling mencintai dan awet, dan menurut pendapat saya, merupakan keluarga terbaik yang bisa saya minta. Mudah-mudahan saya dan pasangan saya juga bisa seperti mereka. 

     


     

    Q: Amiiin pasti bisa deh. Terus pertanyaan berikutnya yang juga salah satu pertanyaan Indogamers paling ingin tanyakan kepada Mbak. Bagaimana ceritanya bisa mengambil video-game sebagai tema utama wedding party tersebut?

    A: Saya selalu berpendapat bahwa wedding party seharusnya merepresentasikan kedua mempelai, karena mereka yang menikah dan juga merupakan tokoh utamanya kan. Tentunya tema video-game itu hanya untuk party-nya aja, bukan pemberkatannya :D. 

    Dan untungnya partner saya berpendapat sama dan orang tua pun memberi kebebasan. Awalnya ada dua ide untuk tema: "Artist meet Astrophysicist", yang merupakan latar belakang pendidikan kami, dan "video-game". Ngomong-ngomong kami berdua sama-sama otaku parah XD. Akhirnya kita memilih video-game, karena terasa lebih menyenangkan dan itu juga merupakan ketertarikan bersama antara kami berdua. Kapan lagi bisa datang ke party diiringi lagu video-game favorit?

    Ditambah lagi, setengah dari daftar tamunya berasal dari berbagai belahan dunia, jadi jika mengikuti seluruh prosesi ala Jepang yang kaku dan formal, kasihan nanti kalau mereka nggak enjoy. We want everyone to have fun at our wedding party

    Sedangkan untuk desainnya, saya suka membuat sesuatu yang all out dan tidak biasa, bisa dilihat dari portofolio dan kartu nama yang agak nyeleneh di link ini: https://www.behance.net/rianti-wong. Bagi saya, event pernikahan ini adalah sebuah mega-project, dimana logo, undangan, hingga booklet tamu semuanya saya desain sendiri dengan mengacu pada satu tema (video-game). Warna utamanya biru dengan menggunakan gelas-gelas berisi air berwarna biru supaya terlihat seperti potion HP di game-game RPG. 

    Sementara projector-nya menayangkan logo yang dianimasi bertuliskan "press start button" (tekan tombol start) seakan-akan start menu di awal video-game. Animasinya sendiri dibuat oleh teman saya, Yokohagi-san dari industri anime yang pernah terlibat dalam anime Last Exile dan Gankutsuou

     


     

    Q: Kesulitan apa yang paling diingat saat mempersiapkan wedding party bertema video-game tersebut?

    A: Yang paling besar tentunya budget ya. Kamu bisa buat party semewah dan seunik apapun kalau dana tersedia. Kami cukup memutar otak untuk mencari cara bagaimana membuat pesta yang menarik, berkesan, tapi semua dalam batas anggaran wajar. 

    Yang kedua adalah karena temanya tidak biasa, banyak hal dimana organizer-nya clueless, dan akhirnya kita harus mendesain dan memberikan arah secara penuh. Pembuat kuenya juga bukan gamer, jadi waktu saya bilang mau bentuk konsol SNES, dia bingung. Ketiga, saya kan desainer, jadi ekspektasi secara visualnya tinggi.

    Sebagai gambaran, saya merevisi desain 17 kali karena gak puas-puas. Jadi ujung-ujungnya semua harus saya pegang sendiri,yang mana cukup sulit untuk diselesaikan dalam waktu 6 bulan. Untungnya banyak banget teman yang membantu. Saya ingat untuk membuat undangannya yang terbuat dari kain, saya dan partner saya sibuk menyetrika sendiri selama 3 malam hahaha. 

    Satu kesulitan lagi yang perlu diingat, it will never be 100% perfect. Kami tahu apa yang kami inginkan, akan tetapi kita harus bisa puas dengan apa yang kita dapat dengan budget kami dan waktu yang terbatas. So just enjoy the ride...

     


     

    Q: Bagaimana tanggapan dari orang tua dan sanak-saudara Mbak Rianti mengenai pernikahan bertema game tersebut? Apakah mereka mendukung atau ada komentar lain misalnya?

    A: Responnya positif. Tamu yang juga gamer berkomentar bahwa party theme dan BGM-nya nostalgic, sementara yang bukan gamer berkomentar bahwa party-nya festive and fun banget. 

    Tentunya karena banyak orang-orang dari industri game yang diundang dan mereka saling mengenal satu sama lain, jadi seperti reunian :). 

    Ada satu komentar dari mantan atasan saya yang bilang (dalam bahasa Inggris) "kamu gagal mendesain kartu RSVP-nya, Rianti, karena terlihat terlalu bagus sampai saya nggak mau mengembalikannya padamu! Itu namanya desain yang buruk". Saya sendiri menganggapnya sebagai pujian hehe. 

     


     

    Q: Wah, sepertinya seru banget ya wedding party-nya! Banyak tamu dari berbagai negara juga. Kalau boleh tahu, ada gak sih yang bisa diceritakan dari tamu-tamu yang menghadiri wedding party Mbak Rianti? 

    A: Kami hanya mengundang sekitar 60 orang, jadi tamu saya 30 dan dari pihak partner saya dengan jumlah yang sama. Dari pihak saya tentunya mengundang keluarga, my BFF dari Indonesia, dan juga teman-teman dekat saya dari SIGGRAPH yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang memakai baju tradisional negara mereka seperti batik, kimono, hanbok, hingga baju khas Polandia, jadinya seru banget!!

    Saya juga mengundang orang-orang yang berjasa dan saya hormati dalam perjalanan karir saya di Jepang. Seperti mantan atasan saya dari CyberConnect2 yang pernah terlibat dalam produksi Star Ocean hingga Valkyrie Profile. Mereka adalah mentor-mentor yang memberikan saya kesempatan dalam berkarir, dan saya mengundang mereka sebagai salah satu cara untuk menunjukkan rasa terima kasih betapa mereka telah membantu saya hingga mencapai titik sekarang ini. 

    Saya juga mendapat kehormatan dengan kedatangan Saori Kobayashi, komposer dari lagu-lagu Panzer of Dragoon yang bersedia memainkan 1 lagu di tengah party. Saya juga sempat mengundang penyanyi game favorit saya, Suikoden, tetapi sayangnya beliau berhalangan hadir. Sebagai gantinya beliau mengirimkan buket bunga matahari yang indah :). 

     


     

    Q: Dari orang-orang yang telah membantu mewujudkan pernikahan Mbak Rianti tersebut, adakah di antara mereka yang menurut anda berjasa besar? 

    A: Karena party-nya kecil dibandingkan dengan kebanyakan pesta  di Indonesia, semua tamu memberi support dengan cara mereka sendiri. Kalau saya harus menggambarkan, wedding party saya ini seperti festival sekolah. Semua yang hadir punya peran dalam persiapannya. Tamu saya ada yang membantu shootingprinting, jadi tukang angkut, MC, mengorganisir acara sesudah pesta, hingga penerjemah. Ibu saya datang ke Jepang membawa satu koper penuh saputangan batik untuk suvenir tamu dan kami sama-sama membungkus suvenir itu sendiri selama 3 malam sebelum hari-H di Tokyo. 


     

    Q: Adakah hal-hal dari negeri Sakura yang patut untuk dicontoh dan diterapkan di Indonesia?

    A: Dispilin Jepang bagus sekali. Pengaturan jadwal dari awal acara hingga akhir terstruktur dengan baik, dan semuanya lancar. Dari sudut pandang profesional, saya suka party kecil dikelilingi orang dekat seperti yang banyak dilakukan orang Jepang, karena itu saya mengadakan wedding party-nya di Tokyo alih-alih di Indonesia. Kalau di Indonesia saya harus undang satu kampung, dan untuk saya yang sudah merantau 10 tahun pastinya 90% tidak kenal dan akan melelahkan baik untuk saya maupun partner saya. 

     


     

    Q: Adakah saran-saran untuk teman-teman atau adik-adik di Indonesia yang bercita-cita untuk tinggal di Jepang atau bekerja di industri yang sama dengan Mbak Rianti?

    A: Tanyakan ke dirimu sendiri tujuan ke Jepang untuk apa? Kalau jangka panjang tujuhannya sudah tahu, akan lebih mudah merencanakan tahapan-tahapan menuju ke sana. Kalau cuma untuk main sih, asal ada uang sekarang ya mudah dong ya? Haha. 

    Untuk tinggal di Jepang itu perlu visa, yang berarti perlu ada pihak yang mensponsori visa tersebut. Perusahaan misalnya. Notabene perlu ada pekerjaan dan ijazah, latar belakang pendidikan, skill, dan kemampuan bahasa akan menjadi faktor yang sangat vital. 

    Ada banyak cara untuk mencapai Jepang dan berkarir di sana. Tapi tentu saja hanya bagi mereka yang bersedia bekerja keras dan tidak manja. Jatuh bangun pasti ada, pahit getir juga. Tinggal bagaimana kita menyikapi kegagalan dan kegetiran tersebut. Good luck!!

     


     

    Nah, semoga tanya jawab dengan Mbak Rianti serta galeri dari wedding party di atas bisa menginspirasi atau menyemangati kalian untuk meraih apa yang kamu inginkan ya, TIDAK melulu apa yang orang lain inginkan dari kamu. Sebagai manusia, kita memang memiliki kewajiban, baik untuk keluarga maupun orang-orang di sekitar, bahkan bangsa dan negara. Namun jangan lupa untuk menyakan pada dirimu sendiri, apa yang benar-benar kamu inginkan. Kita hidup bukan hanya untuk menyenangkan orang lain terus-menerus, karena selain kewajiban kita juga punya hak serta kemampuan untuk berpikir.

    Bersama-sama, kita rubah stigma video-game yang mayoritas masih lumayan negatif di mata masyarakat kita dan tunjukkan bahwa dari game kita juga bisa menginspirasi dan berprestasi!!

  • Untuk memberikan komentar anda harus login atau register.
  • Komentar 0

  • idgs radio
  • Social Indogamers