• Analisis Patch 7.21c Dota 2, Hero Mana Saja yang Siap Bangkit atau Malah Terpuruk

    Senin, 04 Maret 2019 12:36 | Diposting oleh, Stefanus | Kategori: News


    Analisis Patch 7.21c Dota 2, Hero Mana Saja yang Siap Bangkit atau Malah Terpuruk

    IDGS, Senin, 4 Maret 2019 - Di sini kita akan membahas siapa saja hero-hero yang tersenyum atau murung karena kedatangan patch 7.21c pada Dota 2. "Kamu, kamu, kamuuu kemarin imba ya, sekarang?? Humph Humph Humph!!!!"

    Item dan General Gameplay

    Experience (XP) yang kamu dapatkan ketika seekor creep di-denied kini ditetapkan menjadi 35%, naik 5% dibandingkan 7.21b (25% ke 30%). Ide dibalik keputusan ini sepertinya untuk mempercepat tempo permainen via makin cepatnya hero naik level. 

    Perubahan kedua menyangkut item paling populer pada patch 7.21 — Hand of Midas. Pada 7.21, item ini memberi 200 gold ketika pemain menggunakannya. Pada 7.21b, jumlah tersebut dikurangi menjadi 180 dan sekarang dikurangi lagi menjadi 160. Pengurangan ini memang dibutuhkan karena terlalu banyak hero yang membeli Midas pasca-7.21. 

    Selain Hand of Midas, Drum of Endurance menjadi item populer berikutnya yang terkena nerf. Item ini memberi stats lumayan yang sangat sepadan bila melihat harganya yang hanya 500 gold. Kini pada 7.21c, harga Drum of Endurance ditingkatkan menjadi 600. 

     

    Hero

    Beberapa hero menerima peningkatan minor, dan beberapa menerima sebaliknya, seperti biasanya lah. Perubahan paling signifikan tentunya adalah dikuranginya Viper yang akhir-akhir ini terus mendominasi lane yang ia isi. 

    Nerf

    Viper

    Susah dipungkiri lagi merupakan hero mid laner paling menyebalkan pasca 7.21, dan kini ia mendapat ganjarannya. Viper selalu mendominasi lane-nya, terutama sat melawan hero melee. Gaya permainan hero ini sangat berbeda dengan yang biasanya pada patch-patch sebelumnya, di mana sekarang para pemain menggunakannya sebagai spellcaster daripada hero right-click attack. Oleh karena itu, Valve memutuskan mengurangi Nethertoxin dan meningkatkan Poison Attack di saat yang sama. 

    Damage AoE dari Nethertoxin tak lagi menumpuk dengan damage AoE Nethertoxin berikutnya, dan mana cost skill ini ditingkatkan menjadi 100. Agility gain dari Viper juga dikurangi menjadi 2.8 dari 3.3. Yang terakhir, efek slow dari Poison Attack sekarang lebih tinggi pada level 1, 2 dan 3 dibandingkan dengan sebelumnya. 

    Kunkka

    Salah satu hero yang sangat menyebalkan untuk dihadapi di mid lane pasca-7.21. Bersama Viper, Kunkka juga menerima pengurangan yang signifikan — Tidebringer tak lagi memberi bonus damage ketike men-deny creep sendiri. Meski perubahan ini mempermudah hero-hero lain melawan Kunkka di mid, sayangnya masih terasa kurang. 

    Lifestealer, Troll Warlord, Ursa dan Phantom Assassin

    Empat hero carry favorit pasca-7.21 ini juga menerima sedikit pengurangan. Kecepatan gerak Ursa dikurangi sebanyak 5. Strength  gain Lifestealer dikurangi dari 3.2 menjadi 2.9. Talent level 20 Troll Warlord sekarang hanya memberi +40 damage dari +50 damage. Sedangkan hero yang disebut-sebut sebagai hero favorit Icefrog, Phantom Assassin, hanya menerima pengurangan -0.30 agility gain (dari 3.7 ke 3.4). Banyak orang yang berharap damage crit-nya lah yang dikurangi, akan tetapi pengurangan agility gain ini juga terbilang tak buruk. Diharapkan seluruh modifikasi kecil-kecilan ini mampu menyeimbangkan keempat hero carry tersebut. 

     

    Buff

    Shadow Fiend

    Hero mid laner klasik ini kembali mendapat peningkatan meski sebelumnya telah ditingkatkan pada 7.21b. Shadow Fiend kini memiliki 2 base strength lebih banyak yang membuatnya sedikit lebih keras daripada sebelumnya. Hero ini pelan tapi pasti kembali jadi pilihan meta seiring dengan makin banyaknya tim profesional yang memakai hero ini. 

    Templar Assassin

    Hero ini juga merupakan salah satu mid laner yang mendapat peningkatan dua kali berturut-turut dari 7.21b. Meld kini dapat men-dispel stack apa pun, dan kini agility gain hero ini sedikit ditingkatkan serta penambahan bonus damage dari Refraction mencapai +100 pada level 4, dari sebelumnya +80. Semua perubahan ini membuat TA kembali menjadi mid laner yang kuat, ditambah pula dengan pengurangan signifikan akan Viper yang merupakan hero counter alaminya. 

    Storm Spirit

    Sempat jadi hero primadona pada beberapa edisi The International, hero yang sempat meredup ini pelan tapi pasti kembali jadi pilihan. Sama seperti TA, ia mendapat peningkatan dua kali berturut-turut. Electric Vortex tak lagi memperlambat Storm Spirit ketika digunakan, dikombinasikan dengan pengurangan cooldown dan mana cost dari 7.21b bisa jadi membuat Storm Spirit kembali jadi pilihan utama. 

    Queen of Pain

    Salah satu hero klasik sekaligus paling fleksibel dalam sejarah Dota 2. Kini ia memperoleh peningkatan +3 base intelligence dan total +20 damage untuk ultimate-nya, Sonic Wave. QoP seringkali hanya menjadi pilihan situasional dalam beberapa patch terakhir. Namun bisa jadi pada 7.21c ini ia akan lebih banyak dipilih karena keunggulannya, kemampuan nuke yang tinggi serta mobilitas dan serangan right-click yang mumpuni. 

    Death Prophet

    Hero ini juga dapat jatah peningkatan pada 7.21c. Valve mengurangi mana cost dari Crypt Swarm serta cast poin dari Silence menjadi 0.4. Sebagai tambahan, talent level 15 Death Prophet kali ini menambahkan Cast Range hingga +175 dari sebelumnya hanya +150, memungkinkannya untuk menjadi harrasser dan pusher pada awal hingga pertengahan game sebelum kemudian beralih ke fungsi utamanya, sebagai off-tanker sekaligus nuker. 

     

    (stefanus/IDGS)


    Sumber: estnn.com

  • Untuk memberikan komentar anda harus login atau register.
  • Komentar 0

  • idgs radio
  • Social Indogamers