
Electronic Arts atau yang dikenal sebagai EA belakangan ini semakin banyak mendapat sentimen negatif dari gamer di berbagai platform karena adanya berbagai hal yang merugikan konsumen seperti project 10 dollar, DLC, dan DRM. Kini mereka telah dianggap sebagai "perusahaan terburuk di Amerika".
"Penghargaan" yang didapatkan EA berdasarkan hasil dari voting yang dilakukan oleh para pembaca The Consumerist, sebuah situs pengawas hak-hak konsumen. Tetapi EA tidak panik dan John Roseburg dari EA Senior Director of Corporate Communications menyatakan bahwa :
"Kami yakin bahwa British Petroleum, AIG, Philip Morris, dan Halliburton pasti merasa lega karena mereka tidak dinominasikan pada tahun ini. Kami akan tetap membuat game bagus dan layanan yang dimainkan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia."

Sebagai info tambahan saja bahwa British Petroleum adalah sebuah perusahaan di bidang perminyakan, dan pernah mengalami kasus besar dimana minyak tumpah di laut sehingga mengganggu pekerjaan ribuan nelayan dan merusak alam,sedangkan AIG merupakan perusahaan asuransi besar di Amerika, kemudian Philip Morris merupakan perusahaan rokok yang sangat besar dan juga menguasai pasar rokok di Indonesia.
Sayangnya pernyataan EA sebenarnya kurang relevan karena British Petroleum, AIG, Philip Morris, dan Halliburton bukan perusahaan yang secara langsung berinteraksi dengan konsumen sedangkan EA merupakan perusahaan yang langsung berinteraksi dengan konsumen terutama melalui layanan Origin. mungkin inilah yang menyebabkan EA mendapatkan predikat tersebut.










