• Kualifikasi DreamLeague Season 11: Ninjas in Pyjamas dan Team Secret Lolos, Liquid dan OG Masih Harus Berjuang

    Rabu, 06 Februari 2019 13:32 | Diposting oleh, Stefanus | Kategori: e-Sport


    Kualifikasi DreamLeague Season 11: Ninjas in Pyjamas dan Team Secret Lolos, Liquid dan OG Masih Harus Berjuang

    Ninjas in Pyjamas Tak Terkalahkan

    IDGS, Rabu, 6 Februari 2019 - Ninjas in Pyjamas (NiP) membuat kejutan dengan meraih slot pertama dalam kualifikasi Eropa untuk DreamLeague Season 11 (Stockholm Major) lewat performa mereka yang sangat dominan.

    Mereka mampu mengalahkan juara Chongqing Major Team Secret dan menyelesaikan fase grup sebagai pemuncak Grup A. Hal ini terbilang mengagetkan karena sebelumnya NiP bahkan tak mampu lolos ke Chongqing Major karena hasil buruk di babak kualifikasi di mana mereka tak mampu meraih satu kemenangan pun di fase grup dan tereliminasi terlalu dini dari kompetisi.

    Peter "ppd" Dager dkk lalu mencoba mendapatkan satu slot terakhir ke Chongqing Major via Bucharest Minor, namun performa buruk mereka terus berlanjut dan hanya bisa menjadi pentonton dalam kompetisi Major yang diadakan di Cina itu. 

    Akan tetapi, setelah patch 7.20 keluar NiP tampaknya telah mempersiapkan diri lebih baik dibandingkan tim lain. Pada fase grup, mereka mampu mengejutkan Team Secret dengan Chaos Knight di posisi offlane. Lalu pada hari Selasa (5/2/2019) kemarin dalam laga final upper bracket melawan juara TI8 OG, NiP kembali tampil perkasa. 

    Pada game pertama, OG mem-ban Meepo dan mengandalkan Shadow Demon Topias "Topson" Taavitsainen di lane tengah serta mempercayakan posisi carry satu-satunya ke Igor "iLTW" Filatov yang menggunakan Terrorblade. NiP merespon dengan Arc Warden, Chaos Knight (offlane) dan Timbersaw (safelane). 

    Meski sempat mengalami kesulitan pada fase lane, NiP mampu bertahan dari permainan agresif OG di sejak awal dan memaksa pertandingan berjalan hingga 40 menit di mana lineup hero-hero mereka mulai bersinar, membuat OG tak berkutik. 

    Game kedua menjadi panggung debut bagi Night Stalker di babak kualifikasi ini di mana Neta "33" Shapira mengendalikan Night Stalker seperti hewan buas yang tak henti-hentinya memburu OG di sepanjang map, mengukuhkan pendapat bahwa Night Stalker pada patch 7.21 bisa menjadi sangat menakutkan jika digunakan dengan benar. 

     

    Kreativitas Team Secret

    Dalam laga final upper bracket lainnya, Team Secret mencukur habis Team Liquid, baik dari skor maupun permainan. Tak ada kata lain yang bisa menggambarkan tragisnya kekalahan Liquid kemarin malam, mengindikasikan bahwa sudah seharusnya mereka mencoba variasi hero lain karena kemenangan Secret mayoritas adalah karena draft nyentrik namun brilian dari sang kapten Clement "Puppey" Ivanov

    Pada game pertama Team Liquid menggunakan hero standar mereka, seperti Earth Spirit, Jakiro, dan Tidehunter. Amer "Miracle-" Al-Barkawi menggunakan hero signaturenya Tinker di mid, sedangkan Lasse "MATUMBAMAN" Aukusti Urpalainen dipercaya sebagai carry dengan Lifestealer. 

    Sementara Team Secret menggunakan draft mengejutkan dengan memilih tiga core sekaligus (Phantom Assassin, Chaos Knight, Ursa) dengan hanya dua support (Chen, Keeper of the Light). Akan tetapi draft unik Secret justru sangat ampuh di mana mereka sanggung memenangkan seluruh lane tanpa kecuali, termasuk Phantom Assassin di midlane yang berhadapan dengan Tinker-nya Miracle-. 

    15 menit game pertama berjalan, Secret telah memimpin kill sangat jauh, 11-0 dan unggul nyaris 10 ribu gold dari Liquid. Keunggulan tersebut bertahan hingga akhir game pertama karena Liquid tak mampu menemukan momentum untuk mebalik keadaan. 

    Game kedua lebih tragis lagi bagi Liquid, di mana mereka gagal menyadari bahwa inti dari draft Secret yang sebenarnya adalah KotL dan Chen. Secret kembali mengambil kedua hero support tersebut, sedangkan Yeik "MidOne" Nai Zhen dengan Pangolinernya menggasak semua lane Liquid dan membuat Shadow Fiend Miracle- tak berkutik di midlane. Game kedua berakhir cepat pada menit ke-22. 

     

    Perebutan Tiket Terakhir

    OG dan Liquid masih punya kesempatan untuk lolos ke event utama DreamLeague Season 11. Keduanya akan kembali bertanding di lower bracket untuk memperebutkan satu tiket terakhir. Kejutan terbesar lower bracket datang dari Alliance yang tersungkur di tangan Kaban yang dibela oleh Troels "synderN" Nielsen.

     

    Playoff kualifikasi Eropa DreamLeague Season 11. (Liquipedia)

    Empat tim yang masih tersisa akan bertarung memperebutkan tiket terakhir  ke Stockholm Major. OG akan berhadapan melawan Vega Squadron, sedangkan Team Liquid akan melawan Kaban. Kedua pertandingan akan digelar pada hari ini, Rabu 6 Februari 2019. 

     

    (stefanus/IDGS)


    Sumber: Twitch live-streaming

  • Untuk memberikan komentar anda harus login atau register.
  • Komentar 0

  • idgs radio
  • Social Indogamers