• Akankah Era Konsol Akan Segera Berakhir? Hanya Menunggu Waktu, Menurut Qualcomm

    Minggu, 14 April 2019 19:39 | Diposting oleh, Stefanus | Kategori: News


    Akankah Era Konsol Akan Segera Berakhir? Hanya Menunggu Waktu, Menurut Qualcomm

    Langkah pertama gantikan konsol?

    IDGS, Minggu, 14 April 2019 - Konsol sempat menjadi satu-satunya cara untuk memainkan video games, disusul oleh PC gaming, lalu mobile gaming, dan sekarang kita agaknya akan kedatangan sebuah evolusi gaming yang baru: game streaming / cloud gaming. 

    Meski selama ini telah ada beberapa metode untuk streaming video game seperti layanan streaming PlayStation Now, belum ada yang cukup ideal. Sekalipun memiliki kecepatan internet luar biasa kencang, memainkan video game di mana timing sangat krusial seperti genre FPS (first-person shooter) masih sulit bila tidak mustahil lewat metode streaming. 

    Akan tetapi mungkin akan ada perubahan besar saat Google memasuki dunia gaming saat dengan memperkenalkan Stadia. Sepertinya konsep Stadia merupakan masa depan gaming yang tak bisa terelakkan lagi, entah suka atau tidak. 

    Ketua Google memperkenalkan Stadia pada 20 Maret lalu, dunia langsung mengajukan banyak pertanyaan. Apakah Stadia benar-benar bisa membuat kita memainkan game AAA di perangkat elektronik apa saja? Apakah Stadia benar-benar bebas dari lag dan seamless seperti yang dipresentasikan? Apakah dibutuhkan koneksi internet gila-gilaan agar lancar bermain via Stadi? Apakah Stadia bisa memberi gamer pengalaman bermain game AAA seperti yang diekspektasikan? 

    Google sepertinya memperkirakan Stadia bisa menjawab semua pertanyaan tersebut, dan pertanyaan selanjutnya adalah: Apabila Stadia sukses, untuk apa memiliki konsol gaming?

    Para ahli tekno dan analis memperkirakan bahwa Stadia merupakan langkah pertama bagi kita untuk menggantikan konsol. 

     

    Xbox 2 dan PlayStation 5 bakal jadi konsol terakhir?

    Cristiano Amon, presiden dari Qualcomm — firma teknologi yang membantu berbagai raksasa gadget membangun sistem mereka — baru-baru ini mengungkapkan (via The Sun): "Tak ada pertanyaan dalam pandangan kami, bahwa cloud [gaming] adalah konsol yang baru...ini hanya masalah waktu. [game streaming] akan menjadi masa depan dari gaming. Kita sudah mulai melihat beberapa pengumuman cloud gaming. Aku yakin akan ada banyak yang menyusul." 

     

    Presiden Qualcomm sekaligus ahli game streaming Cristiano Amon mengungkapkan bahwa konsol bisa jadi akan segera digantikan oleh teknologi cloud. (Foto: The Sun)

    Masih banyak keunggulan yang ditawarkan game streaming. Stadia akan mengandalkan pembelian game via digital, sesuatu yang pastinya jauh lebih murah dari pada harus mengirimkan disk berisi satu video game tertentu ke penjuru dunia menggunakan jasa angkut yang tentunya tak murah. 

    Jika Stadia benar-benar sukses, maka Microsoft dan Sony mau tak mau harus mengubah tradisi mereka dan mencoba hal yang sama. Siapa tahu, Xbox 2 dan PlayStation 5 yang dikabarkan akan segera datang pada 2020 akan jadi konsol terakhir? 

     

    (stefanus/IDGS)


    Sumber: Gamebyte

    Gambar Titel: Press Asssociation (PA)

  • Untuk memberikan komentar anda harus login atau register.
  • Komentar 0

  • idgs radio
  • Social Indogamers