Hei Guys,
Setelah lepas dari sanksi pemerintah nampaknya Blackberry tidak cukup berusaha untuk memperbaiki layanan BBM mereka. Bukannya membaik tapi malah semakin memburuk bahkan layanan ini kembali down beberapa hari lalu. Ya, para pelanggan blackberry kembali mengeluhkan akan buruknya layanan BBM. Tepatnya pada hari selasa kemarin 25/07/13, layanan BBM kembali down. Lumpuhnya layanan BBM kali ini bukan hanya indonesia saja melainkan menjalar ke asia pasifik!

Keluhan tersebut awalnya diketahui secara luas dari ramainya tweet BBM down di Twitter. Sekitar pukul 21.00 WIB, para tweeps memposting tweet yang menyatakan bahwa layanan BBM down secara masal. Lumpuhnya layanan Blackberry ini nyatanya lebih buruk dari sebelumnya, jikalau sebelumnya BBM down terjadi hanya beberapa jam saja, kemarin layanan ini lumpuh selama kurang lebih 12 jam!
Para pelanggan yang kesal terhadap layanan ini mengaku kecewa bahwa mereka sudah sering mengalami down saat ini. Terhitung gangguan semacam ini tercatat sudah yang kelima kalinya terjadi dalam setahun terakhir. Apakah ini yang dijanjikan blackberry terhadap pemerintah setelah mereka lolos dari sanksi? Lalu apa tanggapan Menkominfo yang meloloskan Blackberry dari sanski tersebut? Menkominfo mengaku kecewa terhadap Blackberry. Seperti yang dilansir detik, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan dengan menyesal ""Ya, Kominfo so pasti kecewa karena berulang terus. Kami worry jika hal itu terjadi saat suasana Lebaran, sangat tidak boleh terjadi". Kominfo juga lanjut mengatakan bahwa blackberry mengingkari janji mereka sewaktu pertemuan membahas sanksi tersebut.


"Mereka sudah janji tidak ulangi lagi waktu datang ke ruangan kami tanggal 19 Juli 2013 lalu. Tetapi faktanya masih seperti itu," keluhnya lagi. "Hanya saja meski kami kecewa, ada hal yang berbeda kali ini." Seperti yang diberitakan sebelumnya, para pelanggan mengeluh hebat ketika BBM down selama 12 jam. Kominfo menyesalkan bahwa kali ini lumpuhnya BBM bukan hanya di Indonesia melainkan se-asia pasifik. Kominfo juga takut jika dimasa mendatang nanti para pelanggan yang sudah terlanjur sering kecewa akan melakukan tindakan diluar batas. Pada saat itulah Kominfo tidak bisa berbuat apa karena adanya UU Perlindungan Konsumen,

Bukannya tambah berangsur baik tetapi malah semakin buruk. Bagaimana kedepannya nasib layanan ini? Apakah sebaiknya berpaling ke Android dan iOS?(Afg)










