• Wawancara 3 Pemain Veteran Ragnarok Dalam Rangka Gravity Berterima Kasih Pada Para Adventurer

    Selasa, 27 November 2018 12:27 | Diposting oleh, Stefanus | Kategori: Publisher


    Wawancara 3 Pemain Veteran Ragnarok Dalam Rangka Gravity Berterima Kasih Pada Para Adventurer

    Memory of Ragnarok

    IDGS, 27 November 2018 - Sejak tahun 2002 hingga 2018, dari Korea hingga ke seluruh dunia, game MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game) Ragnarok Online atau sering disebut dengan RO telah hadir mengisi hari-hari para gamers selama 16 tahun lamanya. Bagi kebanyakan adventurer, RO bukan lagi sekedar game biasa, namun juga kenangan manis penuh cerita akan pertemanan, cinta, kompetisi, dan harapan. 

     


    Ragnarok M: Eternal Love (Ragnarok Mobile/ROM) masih mewarisi ciri khas desain imut dari game aslinya, pun alunan musik-musik trademark serta gameplay yang dimodernisasi tanpa meninggalkan tradisi, semuanya hanya untuk mengembalikan memori pertama saat para gamers bergabung di dunia Rune Midgard! 

     

    Kover album original soundtrack "Memory of Ragnarok" dari game Ragnarok original


    Sejak perilisan Ragnarok M: Eternal Love SEA ver. (Southeast Asia/Asia Tenggara), Gravity selaku publisher game ini telah menerima banyak dukungan serta feedback positif dari para adventurer. Sebagai ucapan terima kasih kepada mereka, kali ini salah satu bagian dari Komite Prontera telah menyiapkan sebuah wawancara eksklusif dengan tiga pemain veteran RO. Yuk kita dengarkan apa aja sih kisah dan momen paling berkesan yang mereka alami di Rune Midard! 


     

    Ilona Wu: Ke warnet untuk bermain RO, hanya bisa bermain di akhir pekan dan sekali main bisa sampai 4 jam

    Ilona Wu bekerja sebagai seorang freelancer, sebelumnya ia pernah bekerja di sebuah perusahaan game di Cina dan merupakan seorang fan sejati dari ROM. "Sewaktu kecil, kakak laki-laku pertama selalu mengajariku bermain RO," ungkap Ilona.

    Ia menuturkan bahwa setiap minggunya, ia dan kakaknya pasti menyisihkan sejumlah uang untuk pergi ke warnet setiap pekannya demi bermain RO dan sekali bermain bisa sampai kira-kira 4 jam lamanya. RO merupakan game online pertama yang dimainkan oleh Ilona, sedangkan Poring adalah salah satu alasannya begitu mencintai RO. Selain itu ia juga selalu memainkan RO bersama teman-temannya, menambah topik yang bisa dibahas bersama. 

    Setelah mencapai level 30, Ilona memilih menjadi Mage sebelum kemudian pergi ke Pyramid untuk berburu Mummy. Sayangnya saat tengah asyik farming, dirinya tak sengaja bertemu dengan Isis yang cukup merepotkan. Wah, untung saja nggak ketemu MVP Boss Osiris ya, bisa langsung K.O. dong haha :D. 

     

    Lukkeaw Thitikun: Kuota Internet habis tapi masih gagal install RO, sehingga nekad ganti kuota unlimited

    Pertemuan Lukkeaw Thitikun dengan RO bermula dari sebuah toko disc, saat dirinya hendak membeli sebuah disc game. Pemilik toko menawarkannya game online yang tengah populer, yang tak lain adalah RO. Lukkeaw yang saat itu sudah bosan bermain game first-person shooter Counter-Strike pun akhirnya menjajal RO.

    Yang membuat pengalaman Lukkeaw cukup unik, ia menggunakan kuota internet yang cukup besar hingga hampir habis tapi dirinya masih belum selesai mengunduh game tersebut. Maklum, karena saat itu masih belum ada RO server Thailand, maka ia pun terpaksa bermain di server internasional, tepatnya server Chaos. 

    Setiap kali tersambung ke koneksi internet, selalu ada suara berisik dari modem. Lukkeaw yang diam-diam mencuri waktu bermain di malam hari pun sampai menutup modem dengan selembar kain untuk menghilangkan suara berisik itu. Kebiasaannya bermain di malam hari pun membuat tagihan internet rumah membengkak hingga 1,000 Baht lebih atau sekitar 430 ribu rupiah. 

    Bermain RO membuat Lukkeaw semakin mengenal dunia internet dan kemajuan teknologi, di mana hal itu diakuinya sangat bermanfaat bagi perkembangan usaha yang sedang ditekuninya, belum lagi ia mendapat banyak kenalan dan teman baru dari RO. 

    "Aku pernah bermain selama 4 hari lamanya tidak tidur, menghajar Boss, hunting equipment, dari mendapatkan Maya Card sampai Ghostring Card, semuanya laku terjual hingga 30,000 Baht (sekitar 13 juta rupiah) ke pemain lainnya," pungkas Lukkeaw Thitikun dengan bangganya. 

     

    Gike Tanes P.: Tersihir oleh karakter imut, terus melanjutkan petualangan

    Sama seperti Ilona Wu, Gike Tanes P. memulai awal petualangannya lewat warnet. Spanduk yang terpajang di warnet saat itu menarik perhatiannya. Sejalan dengan keseringannya bermain, ia pun semakin tergila-gila dengan game ini, hingga ayahnya pun membelikan sebuah PC agar ia dapat melanjutkan kegemarannya di rumah. 

    Menurut Gike, bisnis yang dijalankan oleh keluarganya adalah bisnis pesan antar (delivery), membuat orang tuanya begitu sibuk dalam mencari nafkah sampai-sampai tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengannya.

    Selama bermain RO lah, ia mengenal banyak teman, di mana di antaranya ada seorang teman yang berusia 6-7 tahun lebih tua darinya yang sering kali memberi saran positif untuknya. Dimulai dari memberi saran mengenai hubungannya dengan keluarga, hingga lama kelamaan membuat hubungan Gike dan keluarga yang awalnya rengga pun menjadi lebih harmonis. 

    Ginke juga mengaku sebagai pemain yang memilih menjadi Priest, banyak orang yang mencari dirinya hanya untuk mendapatkan buff, membuatnya merasa membantu banyak orang dan menghargai kebersamaannya dengan pemain lainnya. 

    Gike sendiri telah mengoleksi banyak miniatur yang berhubungan dengan RO. Saat event TGS (Thailand Game Show), pihak official turut mengundangnya, membuat Gike berkesempatan memamerkan koleksinya kepada seluruh gamers yang datang. 

     

    XOM: MC Thailand Game Show sekaligus pemain veteran RO

    Pembawa acara Ragnarok M di ajang TGS ternyata juga seorang pemain veteran RO! Game tersebut sudah ia mainkan sejak tahun 2002, bahkan ia juga menemukan cinta pertamanya lewat RO! 

    Sebagai seorang Priest berbakat, ia pernah diliput dan masuk dalam majalah RO. Meskipun telah putus dengan cinta pertamanya, ia masih sangat mencintai RO, bahkan selama beberapa tahun belakangan ini ia selalu menjadi MC untuk acara RO. 

    Dalam kesempatan kali ini, ia memberitahukan bahwa sama seperti Gike dan kebanyakan adventurer lainnya, ia terus mengikut perkembangan ROM dan pernah mencoba bermain ROM versi Cina. RO bukanlah sekedar game untuk bersenang-senang bagi XOM dan pemain-pemain lainnya, tapi juga sebuah game yang memiliki kenangan serta menemukan arti persahabatan dan cinta di dalamnya. 

     

    Semoga dengan hadirnya Ragnarok M: Eternal Love, para pemain lama dapat kembali merasakan nostalgia yang mungkin telah lama terpendam, Memory of Ragnarok. Dan bagi pemain baru, bisa turut merasakan indahnya persahabatan dan cinta dalam dunia Rune Midgard, serta ketatnya persaingan di sana! 

     

    "Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh sahabat RO yang memiliki kenangan manis dan indah di RO. Senyuman dan keceriaan kalian adalah sebuah bentuk dukungan dan cinderamata tak ternilai bagi kami." — Gravity

     

    Kalian juga bisa top up Big Cat Coin atau Zeny untuk Ragnarok M: Eternal Love lewat UniPin. Murah dan aman pastinya! (Stefanus/IDGS)

  • Untuk memberikan komentar anda harus login atau register.
  • Komentar 0

  • idgs radio
  • Social Indogamers