Chapter II: The Eaglehorn
Aku dan Magnus terus berlari menuju base terdekat. Kulihat ke belakang, tidak ada lagi yang mengejar... tapi ini masih wilayah kekuasaan Sentinel, Magnus telah menyerang terlalu jauh, kalau aku tau situasi akan jadi serumit ini, lebih baik kubiarkan dia mati saja tadi, lebih baik Scourge kehilangan satu petarung yang tidak bisa bicara daripada kehilangan aku juga.
*30 menit berlari*
Sungai pembatas area Sentinel dan Scourge sudah di depan mata, beruntung bagi kami, ... hei, air sungainya berwarna merah... itu darah, dari mana asalnya?
"Magnus... kau kembalilah duluan, aku harus mencari asal datangnya darah itu."
Ia pun meninggalkanku pada pencarianku, seandainya aku punya kemampuan seperti yang dimiliki Strygwyr, ini bukan pekerjaan sulit.
....seakan tidak percaya pada mataku sendiri, aku menemukan Leragas si penjual artifak-artifak langka, sedang terduduk berlumuran darah.
"Apa yang kau lakukan di sini Leragas? dan apa yang terjadi denganmu??"
Leragas: "...ah, baru saja di sungai ini terjadi pertarungan besar antara Demnok Lannik melawan Rigwarl..."
"...!! Lalu ??"
Leragas: "tadinya aku hanya bermaksud melihat ada keributan apa, tapi tiba-tiba aku terhempas oleh sebuah meteor besar yang jatuh dari langit dan berubah menjadi sebuah manusia batu raksasa, ...itu sudah cukup membuatku terluka parah, dan baru saja aku ingin berlari meninggalkan tempat itu... aku terkena semburan nyasar duri-duri dari punggung Rigwarl, betul-betul sial!!"
"...lalu bagaimana dengan pertarungannya??!"
Leragas: "...tentu saja Rigwarl yang mendominasi pertarungan, serangan manusia batu yang membantu Demnok sama sekali tidak menyakiti Rigwarl! Demnok berhasil meloloskan diri dengan Scroll of Town Portal miliknya... tapi tampaknya Rigwarl yang tidak mengerti hal itu malah masuk ke hutan dan terus mencari Demnok..."
...!! Apa yang akan terjadi apabila Rigwarl menemukan Magnus yang dalam keadaan tidak layak bertarung??!! Brengsek, aku harus segera ke menyusul Magnus!
"...Leragas! aku tidak bisa membantu mengantarmu ke tempat istirahatmu yang terdekat, karena itu tempat kekuasaan Sentinel... tunggulah hero Sentinel untuk datang dan membawamu kembali, untuk sementara ini kuberikan 6 Tango of Essifation milikku dan 2 Flask of Sapphire Water... kau pasti bisa bertahan di sini sampai bantuan datang!"
Leragas: "...terima kasih Darkterror"
Leragas tidak boleh mati, ia memegang peranan penting dalam perang ini, karena ia bisa mensummon artifak-artifak langka yang sangat sulit didapatkan yang dapat ditukar dengan sejumlah emas, yang pasti tidak akan murah.
Para pasukan Sentinel juga pasti mengetahui hal itu, mereka akan menjaga keadaan Leragas sebaik mungkin.
Yang jelas sekarang aku harus menolong Magnus...untuk yang kedua kalinya...sigh
Leragas: "...Darkterror, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, ...ambilah busur panah ini..."
"...!!!"
Leragas: "...mungkin kau pernah mendegar tentang ceritanya, siapapun yang menggunakan busur ini, tembakan panahnya tidak akan pernah meleset... dan artifak ini hanya ada 4 di alam ini..."
"...tapi aku tidak memiliki kemampuan memanah..."
Setahuku, di pihak Scourge hanya ada 2 hero yang berkapabilitas jadi pemanah handal, yakni Medusa dan Clinkz... dan tidak mungkin kuberikan benda mulia ini kepada mereka yang hanya bisa menuruti mentah-mentah perintah dari Nel'Zhur dan Kel'Thuzad...
Leragas: "...tidak masalah, kau tidak perlu menggunakannya, kau cukup menempanya menjadi artifak lain yang terkenal dengan nama The Butterfly...sebuah batuan kecil di dalam busur emas ini dibutuhkan untuk membentuk artifak kramat itu"
...!! The Butterfly, artifak legenda yang memberikan kecepatan bergerak yang mengerikan! Hanya cukup membawanya saja kau sudah bisa merasakan efeknya... dan apabila aku yang memakainya, dunia ini bisa kubuat seperti tidak bergerak sama sekali!! tapi... aku masih tidak mengerti...
"...batuan? busur ini harus dipecah maksudmu??"
Leragas: "..benar, semua penempa mengerti akan proses penempaannya tetapi tidak sembarang orang berani melakukannya karena sangat beresiko gagal... apabila gagal, maka kau kehilangan sebuah Eaglehorn yang hanya ada 4 di alam ini."
".....terima kasih Leragas, aku akan menyimpan busur ini baik-baik, sekarang aku harus pergi!"
Leragas: "...pergilah"
Aku berlari menjauhi tempat itu.
Pembicaraan tadi sudah menghabiskan sedikit waktuku, lagipula apa yang dapat kulakukan apabila aku bertemu dengan Rigwarl?? Dia sangat mengerikan, kabarnya dia sudah memegang satu dari tiga keping pecahan Aegis of The Immortal, yang membuat tubuhnya agak kebal terhadap serangan fisik...
Kemudian pecahan kedua ada di tangan Davion the Dragon Knight, untunglah pecahan terakhirnya masih belum ditemukan...
Apabila pecahan yang terakhir juga ditemukan oleh pihak Sentinel, maka akan ada satu Hero dari mereka yang tidak bisa dibunuh, karena menurut mitos yang beredar di Lordaeron, siapapun yang memegang kepingan utuh Aegis of The Immortal, akan mendapatkan kekuatan dewa Aegis yang mendekati Immortal alias tidak dapat mati.
...!!!
Itu Rigwarl!!! dan... mayat Magnus... tampaknya Magnus bermaksud mengambil jalan cepat untuk kembali ke basenya dengan melewati hutan ini... cukup sial baginya. Nyawanya sudah berakhir, usahaku menolongnya sia-sia, well... tidak ada gunanya menolong makhluk bodoh...
Rigwarl: "...grrk???"
...brengsek! Dia menyadari keberadaanku, Mask of Madnessku masih tidak bisa digunakan, melawannya hanya akan menyia-nyiakan aset berharga The Scourge!!
Satu hal yang pasti: LARI
Rigwarl: "...grok!"
Ha, lendir menjijikkan itu tidak akan mengenaiku... Timewalk and bye-bye...
*whoops*
***
The History of Darkterror's Mask of Madness (lanjutan cerita masa lalu Darkterror)
Banehallow memang sekilas terlihat membenciku, aku juga tidak suka dengannya, terutama anjing-anjingnya... hm, ya mereka menyebutnya serigala... tapi aku tidak peduli, mereka lebih mirip anjing... tunggu dulu, maksudku serigala... ...persetan dengan itu, tidak penting
Aku benar-benar tidak pernah mencoba untuk berbicara dengannya, karena aku tau dia masih kesal dengan kejadian yang lalu, aku membunuh 2 ekor serigala terbaiknya.
Sampai pada suatu saat, ia memberikanku topeng ini, yang disebut Mask of Madness, ia bilang aku lebih cocok menjadi pemakainya. Segera setelah diberikannya topeng itu padaku. Ia pergi bersama Razor untuk memimpin pasukan Scourge di jalur timur Lordaeron. Dan sampai sekarang aku benar-benar merasakan betapa besarnya kemampuan yang dimiliki artifak minor ini. Dan untuk sementara ini aku benar-benar bergantung pada benda ini.
Topeng ini cukup menarik menurutku, tadinya kupikir ia ingin mengejek wajahku yang aneh. Tapi saat aku mencoba memakainya, topeng itu langsung membesar dan mengadaptasi bentuk wajah burukku... dan aku bisa merasakan kekuatan luar biasa yang mengalir di otot-otot tubuhku, membuat gerakanku semakin cepat...
Mungkin Banehallow adalah anjing yang baik
...maksudku, Hero yang baik
Asal-usul topeng ini saja aku tidak tau, bagaimana caranya topeng ini dibuatpun aku tidak mengerti, yang kutau... Rix sang Blacksmith terbaik di Scourge mengatakan bahwa untuk membuat topeng ini hanya dibutuhkan sebuah topeng Mask of Death dan sejumlah biaya pembuatannya, ia bilang blacksmith pemula pun bisa membuatnya, tidak perlu mencarinya.
Topeng ini benar-benar barang bekas! kugunakan beberapa kali saja, langsung terlihat retak di beberapa bagian, aku harus terus-menerus memperbaikinya. Beruntung para blacksmith pemula di Scourge tidak menuntut banyak uang untuk biaya perbaikan topeng ini.
Tadinya aku berniat membuat Mask of Madness yang baru, tapi karena mengingat Banehallow sudah bersedia memberikan topeng hebat ini padaku yang masih orang baru, aku harus terus menggunakannya dan mengembalikannya di saat aku bertemu dengannya lagi!
***













Bookmarks